in ,

Keunikan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Komplek Candi Muara Takus

Komplek Candi Muara Takus
Komplek Candi Muara Takus. Source : Instagram @/scc_riau

Riau adalah sebuah provisi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pantai timur pulau Sumatra. Provinsi Riau juga tak pernah bosan menawarkan keindahan alam yang dijamin mampu membuat betah berlama lama berada disini.

Sangat cocok didatangi saat liburan sekolah atau sekedar menghabiskan akhir pekan. Riau memiliki banyak tempat wisata yang bisa didatangi oleh keluarga dan pasangan, salah satunya adalah Komplek Candi Muara Takus.

Lokasinya berada di desa muara takus, kecamatan XIII koto, kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Candi ini lumayan cukup jauh untuk di tempuh dari pusat kota Pekanbaru, kalian bisa menempuh 135 km untuk menuju candi muara takus ini.

Dan jalan yang kalian lewati juga sudah cukup bagus. Tak perlu khawatir, selama perjalanan kalian akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah dan dijamin tidak membosankan.

Lihat juga : Ini dia 11 Tempat Wisata di Riau yang Paling Ramai

Komplek Candi muara takus banyak sekali keunikan yang terdapat di sana salah satunya candi ini dikelilingi oleh tembok berukuran 74 x 74 meter, yang dibuat dari batu putih dengan tinggi hampir kurang lebih 80 cm dan diluar  candi muara takus tersebut terdapat pula tembok tanah yang berukuran cukup lumayan besar yaitu 1,5 meter x 1,5 kilo meter mengelilingi komplek yang berada di candi muara takus ini sampai ke pinggiran sungai Kampar kanan.

Di dalam komplek ini terdapat beberapa bangunan candi yang sering disebut dengan candi sulung atau tua, candi bungsu, mahligai stupa dan palangka.

Komplek Candi muara takus yang sudah berdiri dari 2003 merupakan peninggalan kerajaan sriwijaya, dan menjadi bukti peradaban budha pada masa lalu, komplek candi muara takus ini di perkirakan dibangun pada masa perkembangan agama hindu budha di Indonesia. Komplek Candi muara takus juga ternyata candi budha tertua yang berada di Indonesia yang di temukan di pulau Sumatra.

BACA JUGA  3 Destinasi Wisata Jayapura yang tak Terlupakan Sepanjang Masa

Hal ini dibuktikan pada lambing stupa yang merupakan lambing dari budha Gautama. Pada bangunan ini  juga terdapat yoni dan lingga sebagai symbol jenis kelamin dan juga ada kemiripan arsitektur dengan candi candi yang berada di Myanmar. Hal itu juga disebabkan karena candi muara takus yang berada di pulau sumtra yang tepatnya di provinsi riau  ini adalah perpaduan antara peninggalan hindu dan syiwa.

Candi Tua – Candi Tua atau Candi Sulung merupakan bangunan terbesar di antara bangunan lainnya di dalam situs Komplek Candi Muara Takus. Bangunan ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki terbagi dua. Ukuran kaki pertama tingginya 2,37 m sedangkan yang kedua mempunyai ketinggian 1,98 m.

Lihat juga : Taman Puri Kaca Mayang

Tangga masuk terdapat di sisi Barat dan sisi Timur yang didekorasi dengan arca singa. Lebar masing-masing tangga 3,08 m dan 4 m. Dilihat dari sisa bangunan bagian dasar mempunyai bentuk lingkaran dengan garis tengah ± 7 m dan tinggi 2,50 m. Ukuran fondasi bangunan candi ini adalah 31,65 m x 20,20 m.

Fondasi candi ini memiliki 36 sisi yang mengelilingi bagian dasar. Bagian atas dari bangunan ini adalah bundaran. Tidak ada ruang kosong sama sekali di bagian dalam Candi Sulung. Bangunan terbuat dari susunan bata dengan tambahan batu pasir yang hanya digunakan untuk membuat sudut-sudut bangunan, pilaster-pilaster, dan pelipit-pelipit pembatas perbingkaian bawah kaki candi dengan tubuh kaki serta pembatas tubuh kaki dengan perbingkaian atas kaki.

Berdasarkan penelitian tahun 1983 diketahui bahwa candi ini paling tidak telah mengalami dua tahap pembangunan. Indikasi mengenai hal ini dapat dilihat dari adanya profil bangunan yang tertutup oleh dinding lain yang bentuk profilnya berbeda.

BACA JUGA  Bingung Liburan di Bintan Mau Kemana? Contek Rute Balap Sepeda Tour de Bintan 2020 Aja

Lihat juga : Menikmati Suasana Sejuk di Air Terjun Lubuk Bigau

Candi Bungsu – Candi Bungsu bentuknya tidak jauh beda dengan Candi Sulung. Hanya saja pada bagian atas berbentuk segi empat. Ia berdiri di sebelah barat Candi Mahligai dengan ukuran 13,20 x 16,20 meter. Di sebelah timur terdapat stupa-stupa kecil serta terdapat sebuah tangga yang terbuat dari batu putih.

Bagian fondasi bangunan memiliki 20 sisi, dengan sebuah bidang di atasnya. Pada bidang tersebut terdapat teratai. Dalam tanah tersebut didapatkan tiga keping potongan emas dan satu keping lagi terdapat di dasar lubang, yang digores dengan gambar-gambar tricula dan tiga huruf Nagari. Di bawah lubang, ditemukan sepotong batu persegi yang pada sisi bawahnya ternyata digores dengan gambar tricula dan sembilan buah huruf.

Bangunan ini dibagi menjadi dua bagian menurut jenis bahan yang digunakan. Kurang lebih separuh bangunan bagian Utara terbuat dari batu pasir, sedangkan separuh bangunan bagian selatan terbuat dari bata. Batas antara kedua bagian tersebut mengikuti bentuk profil bangunan yang terbuat dari batu pasir. Hal ini menunjukkan bahwa bagian bangunan yang terbuat dari batu pasir telah selesai dibangun kemudian ditambahkan bagian bangunan yang terbuat dari bata

Written by Dee

Comments

Leave a Reply

Loading…

0
Danau Raja

Menikmati Sejuknya Danau Raja

Riau Fantasi

Riau Fantasi Wisata Air Terbesar di Riau