in , ,

Banda Neira yang Bukan Sekedar Nama

Lava Flow
Lava Flow. Photo : Instagram @gomoluccas_trans

Saat mendengar kata “Banda Neira” atau “Banda Naira”, apa yang terlintas di benakmu? Apakah sebuah kota dengan pemandangan bawah laut yang memukau? Ataukah sebuah judul lagu karangan Ismail Marzuki? Atau kata yang sering keluar di pelajaran sejarah tentang monopoli rempah oleh penjajah?

Banda Neira versi apapun yang pernah kamu tahu, tak lepas dari keindahan sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Banda Maluku Tengah. Di kalangan wisatawan pulau Banda disebut sebut sebagai surga bagian Indonesia Timur. Tak hanya indah, Banda Neira juga pulau yang kaya akan hasil buminya. Kekayaan alam berupa buah pala adalah rempah terbaik di dunia.

Harumnya buah pala membuat penjajah VOC mati matian mempertahankan kekuasaannya di Banda Neira dari serangan Inggris yang hendak merebut. Bagaimana tidak, harga buah pala kala itu lebih mahal daripada emas. Selain digunakan sebagai bahan makanan, buah pala dari Banda Neira digunakan sebagai pengawet.

Perang perebutan Banda Neira diakhiri dengan perjanjian Breda pada tahun 1667. Di perjanjian ini Pulau Rhun yang merupakah bagian dari Kepulauan Banda dilepaskan oleh Inggris untuk ditukar dengan pulau kecil di Amerika milik Belanda. Pulau kecil yang bernama Nieuw Amsterdam itu saat ini bernama Manhattan.

Baca juga : Bukan Bali Bukan Lombok, Tetapi Keindahan Wisata Maluku yang Mendunia

Meskipun saat ini harum buah pala sudah tidak tercium lagi oleh bangsa asing, potensi alamnya masih sama dengan yang dulu. Wilayah perairan Pulau Banda kaya akan terumbu karang dan ikan yang bernilai tinggi. Tempat wisata Banda Neira saat ini menjadi incaran wisatawan asing.

Dimana sajakah tempat menarik di Banda Neira? Berikut pilihannya.

Benteng Belgica

Benteng Belgica, Banda Neira
Benteng Belgica. Photo: Instagram @malukusatudarahofficial

Mengunjungi benteng Belgica akan membuatmu ikut merasakan gejolak perjuangan kala itu. Aura perlawanan rakyat Banda terasa sekali disini. Benteng ini di bangun pertama kali oleh bangsa portugis pada abad ke 16, kemudian di rebut oleh Belanda. Benteng ini didirikan sebagai pertahanan dari rakyat Maluku yang menentang aksi monopoli pala oleh Belanda. Semua kegiatan militer Belanda dilakukan disini.

BACA JUGA  7 tips cara menghemat listrik di rumah yang benar

Yang paling menarik dari Benteng Belgica adalah arsitektur bangunannya. Bentuknya seperti pentagon dengan batu sebagai bahan utamanya. Disetiap titik sudutnya terdapat menara pengintai. Dari atas menara kamu bisa menikmati pemandangan sekitar, seperti laut Banda, Gunung Api dan deretan pohon pala Pulau Banda Besar. Benteng batu ini didesain oleh seorang arsitek Belanda bernama Adrian de Leeuw.

Benteng ini merupakan penyempurnaan dari Benteng Nassau yang sebelumnya telah dibangun. Benteng Nassau dirasa terlalu pendek sehingga mudah diserang musuh. Maka dibangunlah Benteng Belgica di atas bukit Tabeleku dengan ketinggian 30 mdpl. Terdapat banyak anak tangga yang harus dilalui untuk masuk ke benteng.

Bangunan tua yang sudah berumur ratusan tahun ini tidak pernah dipugar lagi. Dinding benteng sudah berlumut dan di sekitarnya sudah tidak terurus. Namun tidak mengurangi kemegahan benteng. Ikon Pulau Banda ini memikat banyak wisatawan asing.

Benteng Nassau

Benteng Nassau
Benteng Nassau. Photo : Instagram @travelwithjaganti

Benteng Nassau merupakan benteng pertama di Banda Neira. Selesai dibangun pada tahun 1609 oleh Belanda dimana sebelumnya benteng dibuat oleh Portugis. Benteng ini digunakan sebagai tempat pertahanan dan kantor administrasi Belanda. Juga sebagai tempat menampung pala sebelum di angkut dengan kapal Belanda.

Peristiwa sejarah yang terjadi di Benteng Nassau sangat mengerikan. Perebutan kekuasaan atas perdagangan pala menimbulkan pertumpahan darah. Antara VOC dan Orang Kaya sebutan bagi petinggi di Banda. Saat itu hampir seluruh rakyat banda dibunuh dan dibuang, sebagian lainnya melarikan diri.

Dibandingkan Benteng Belgica, Benteng Nassau letaknya lebih dekat dari laut. Jika Benteng Belgica berbentuk segilima, Benteng Nassau berbentuk segiempat dengan gerbang utama menghadap ke pesisir selatan Pulau Banda. Temboknya dibuat dari batu karang dengan tinggi 3 m. Sekeliling benteng terdapat parit dengan lebar 4 m. Parit ini terhubung dengan kanal menuju dermaga. Lalu lintas bongkar muat barang milik VOC dilakukan disini.

BACA JUGA  Fenomena Ngurtavur si Pembelah Lautan Pulau Woha

Lava Flow

Lava Flow
Lava Flow. Photo : Instagram @gomoluccas_trans

Apa lagi yang dicari di Banda Neira selain spot divingnya yang ciamik. Konon kabarnya spot Lava Flow adalah spot diving terbaik se Maluku. Lava Flow terletak di utara Banda Neira. Habitat terumbu karang ini adalah lava dingin yang disemburkan gunung api pada tahun 1988. Saat meletus lava gunung api mengalir ke bagian utara gunung api.

Sejak aliran lava ini mulai mendingin, terumbu karang tumbuh dengan suburnya. Dan menjadi rumah bagi biota laut yang hidup di perairan ini. Karena terbentuk secara alami, keindahan Lava FLow tidak mudah kamu temukan di tempat lain. Wisata bawah laut ini sudah terkenal di kalangan pecinta diving. Terumbu karang dengan bermacam-macam bentuk, Hammerhead Shark, lion fish dan ikan berwarna warni adalah alasan wisatawan asing untuk kembali lagi ke Banda Neira.

Written by Dee

Comments

Leave a Reply

Loading…

0
Ngurtavur

Fenomena Ngurtavur si Pembelah Lautan Pulau Woha

Temapat Wisata kabupaten Buru : Pantai Jikumerasa

Seru! Tempat-tempat Wisata Kabupaten Buru