Wisata Sejarah di Pantai Anyer

Anyer memang terkenal dengan pantai nya yang indah. Anyer menjadi destinasi wisata pantai nomer satu bagi para traveler di daerah Banten dan sekitarnya. Pantai anyer sudah sangat lengkap dengan hotel murah yang bagus dan restoran yang menyajikan menu seafood yang menggoda. Namun mengunjungi Anyer tidak selalu harus ke pantai. Terdapat wisata sejarah yang sama menariknya dengan wisata pantai. Tak ada salahnya jika kamu mengunjungi anyer juga menyempatkan diri datang ke desa Cikoneng. Di desa ini terdapat situs situs sejarah seperti mercusuar Cikoneng dan mesjid kuno Daarul Falah.

Desa Cikoneng juga dikenal dengan sebutan Lampung Cikoneng atau Lampung Pak Pekon. Karena empat kampung di desa ini dihuni oleh orang-orang keturunan Lampung. Bahasa keseharian yang digunakanpun adalah bahasa lampung. Ditambah dengan bukti sejarah seperti mesjid kuno, sumur agung dan adat istiadat Lampung. Bukti sejarah ini masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Jadi jangan heran jika kamu berada di desa Cikoneng serasa berada di Lampung.


Yang unik dari desa Cikoneng adalah mercusuar peninggalan pemerintah Belanda. Mercusuar ini di bangun sekitar tahun 1885. Mercusuar ini adalah penanda awal pembangunan jalan Anyer Panarukan yang dikenal dengan titik nol kilometer Jalan Daendles. Jalan ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Herman William Daendles. Selama pembangunannya memakan ribuan korban pekerja terutama anak-anak.  Disamping mercusuar terdapat miniatur bola dunia yang disangga sepasang tangan. Dibawah miniature boleh tersebut terdapat tugu marmer hitam yang merupakan pertanda titik nol kilometer jalan Anyer-Panarukan.


Konon kabarnya Mesjid kuno Daarul Falah didirikan oleh komunitas masyarakat Lampung yang berada di Banten. Mesjid didirikan diatas tanah wakaf buyut Selon, yaitu generasi pertama orang Lampung yang berada di Banten. Mesjid ini sudah beberapa kali dipugar. Mesjid ini pernah hancur oleh tsunami akibat letusan gunung Anak Krakatau. Kemudian dibangun kembali pada tahun 1883. Di sisi kanan dan kiri mimbar terdapat hiasan Siger. Siger berbentuk seperti tumpal, biasanya terdapat di rumah-rumah masyarakat Lampung sebagai hiasan