in

Wisata Panjat Tebing Untuk Anak-anak di Gunung Parang Purwakarta

Gunung batu andesit tertinggi di Indonesia terletak di Gunung Parang Purwakarta. Gunung Parang terletak tidak jauh dari pusat kota Purwakarta. Tepatnya terletak di Kampung Cihuni, Desa Pasanggrahan Purwakarta, Jawa Barat. Gunung Parang dengan tinggi kurang lebih 930 mdpl ini mulai dilirik oleh para wisatawan. Terutama wisatawan dari Jakarta, karena aksesnya yang mudah menuju Purwakarta, hanya sekitar 3 jam dari Jakarta. Selain wisata panjat tebing, kamu juga bisa menikmati wisata waduk Jati Luhur dan Taman Air Sribaduga disini.

Berbeda dengan naik gunung, panjat tebing dirasakan lebih simple karena tidak harus membawa banyak peralatan. Cukup dengan satu tas kecil saja untuk membawa air minum dan barang berharga. Peralatan safety yang harus disiapkan adalah helm, carabiner, seat hernes, sarung tangan, dan sandal atau sepatu gunung. Teknik memanjat tebing yang dipakai disini adalah teknik Via Ferrrata. Teknik Via Ferrata adalah teknik panjat tebing menggunakan pijakan dari besi-besi baja yang ditanam pada batu tebing. Sehingga tidak hanya pemanjat tebing professional yang bisa mengikuti wisata panjat tebing ini, wisatawan dewasa bahkan anak-anakpun bisa menikmati panjat tebing. Teknik Via Ferrata yang ada di Gunung Parang ini adalah satu-satunya yang ada di Indonesia

Via Ferrata bisa dinaiki dari 2 lokasi, yaitu dari Desa Cihuni atau Desa Cirangkong. Terdiri dari beberapa ketinggian yaitu 100m, 300m, 500m dan 700m. Ketinggian ini yang membedakan harga panjat tebingnya. Mulai dari 65 ribu untuk 100m, 225 ribu untuk 300m, 465 ribu untuk 500m dan 700m. Harga ini sudah termasuk peralatan safety yang diperlukan dan seorang pemandu. Keamanan panjat tebing nya sudah sangat baik. Pengaman dipasang di kabel baja dan tangga via ferrata. Meskipun aman, pemanjat tebing anak-anak tetap harus dibawah pengawasan orang tuanya. Minimal anak-anak yang berusia 7 tahun yang boleh ikut panjat tebing, karena peralatan yang ada paling kecil ukurannya untuk anak umur 7 tahun.

Biasanya rute untuk anak-anak hingga ketinggian 100m atau 200m, yang ditempuh selama 2 jam turun dan naik. Kebanyakan baru diketinggian 10 m mereka memilih untuk turun. Mereka mulai ketakutan, panik dan gelisah saat menapaki tangga demi tanggga seiring dengan bertambahnya ketinggian. Disinilah kegiatan panjat tebing bagus untuk melatih anak-anak mengendalikan emosi adrenalin yang meningkat. Saat kondisi panik dan lelah karakter asli anak akan mudah terlihat. Maka peran orang tua dan pemandu diperlukan untuk menenangkan emosi anak. Mengubah kepanikan menjadi kegembiraan, sehingga disaat nanti mereka dewasa dan berada dalam kondisi yang sama, mereka bisa menenangkan diri sendiri.

Written by Faozan Ahmed

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Menjelajah Kepulauan Sula Maluku Utara

Serunya Berwisata ke Coban Rondo Mulai dari Air Terjun Hingga Labirin