in

Lawang Sanga Gerbang Syahbandar Zaman Kesultanan Cirebon

lawang sanga
http://anjalcirebontours

Selain terkenal dengan kuliner empal gentongnya yang lezat, Cirebon juga terkenal dengan budaya Kesultanannya. Jika kamu mengunjungi Cirebon kamu pasti tertarik saat melihat bangunan Keraton Kesepuhan Cirebon yang terletak di Jalan Kesepuhan Kecamatan Lemahwungkuk kota Cirebon Jawa Barat. Berada persis di depan Mesjid Agung Sang Cipta Rasa. Jika kamu mengunjungi keraton, kamu juga wajib mengunjungi lawang sanga yang terletak di sisi belakang Keraton Kesepuhan Cirebon.

Lawang sanga adalah tempat bersejarah yang berhubungan dengan perkembangan islam di Kota Cirebon karena Kesultanan Cirebon adalah kesultanan islam yang cukup besar di Cirebon. Pada zaman dahulu tamu-tamu penting kesepuhan Cirebon memasuki Keraton melalui pintu ini. Lawang sanga juga merupakan gerbang perdagangan dengan kerajaan lain atau negara lain. Karena Lawang Sanga terletak di pinggir sungai Kriyan yang merupakan jalur perairan laut Jawa.

Bangunan Lawang Sanga terbuat dari batu bata. Bangunan ini dibangun pada tahun 1677 Masehi oleh Pangeran Wangsakerta pada masa pemerintahan Sultan Sepuh I Syamsudin Martawijaya. Bangunan ini didominasi oleh warna merah dan putih. Arsitekturnya sangat unik, desainnya dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, Arab dan Cina. Konstruksi atapnya berbentuk atap tajug, namun uniknya konstruksi atap ini tidak didukung oleh kuda-kuda namun berdiri di atas gunungan dengan bentuk lengkung dan lancip diatasnya. Bagian depan dan belakang ditopang oleh dua buah sekur, seperti yang biasa ditemukan pada bangunan-bangunan cina. Konstruksi atap tidak menggunakan paku, namun hanya menggunakan pasak dari kayu. Bahan konstuksi atap yang digunakan terbuat dari kayu jati, sedangkan atasnya menggunakan genteng keramik. Pintunya menggunakan daun pintu yang cukup besar terbuat dari kayu jati juga.

Sesuai namanya Lawang Sanga mempunyai sembilan pintu, satu pintu di depan, empat pintu di samping, tiga pintu di belakang dan satu pintu di tengah. Angka Sembilan dipercaya sebagai angka yang sempurna. Konon setiap pintu di Lawang Sanga ini mempunyai filosofis tentang kehidupan manusia. Lawang sanga menggambarkan Sembilan pintu hawa pada diri manusia. Yaitu lubang mata, hidung, mulut, telinga, dubur dan kelamin. Di dalam kehidupan manusia kesembilan lubang ini harus dijaga, difungsikan menurut kepatutan dan keseharusannya supaya nantinya memperoleh derajat yang mulia. Begitu juga pintu pada Lawang Sanga. Harus dijaga dengan baik supaya mendatangkan kebaikan bagi penghuni keraton kesultanan.

Selain berfungsi sebagai suatu gerbang, Lawang Sanga juga berfungsi sebagai syahbandar. Pada zaman dahulu ada kebiasaan pembayaran upeti dari rakyat ke keluarga kesultanan. Disini lah upeti untuk raja-raja di Nusantara diantarkan. Saat sekarang banyak peziarah dan traveller mengunjungi Lawang Sanga. Seringnya pada saat maulid atau Kliwonan. Sebaiknya kamu mengunjungi Lawang Sanga pada bulan Suro, karena pihak kesultanan sering mengadakan acara saat itu. Acaranya dikenal sebagai ritual sedekah bumi.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Written by Yogi

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Serunya Berwisata ke Coban Rondo Mulai dari Air Terjun Hingga Labirin

Keindahan Candi Prambanan yang Wajib Anda Ketahui