in

Keganasan dan Keindahan Gunung Krakatau

Tepatnya pada hari Seni, 25 Juni 2018 dikabarkan Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan status Waspada, hingga meletus dengan ketinggian mencapai 1 kilometer. Gunung baru itu adalah bentukan dari Gunung Krakatau yang pernah menggegerkan dunia karena letusan dahsyatnya. Seketika suasana menjadi gelap dan menyebabkan Pulau Jawa dan Sumatera terpisah seperti sekarang ini.

Letusan Krakatau Memisahkan Jawa dan Sumatera

source [email protected]

Gunung yang diapit dua pulau besar di Indonesia itu tercatat pernah dua kali meletus sangat dahsyat. Bahkan karena letusan itu mengakibatkan kehancuran pada tubuh gunung tersebut. Letusan dahsyat terbaru terjadi pada tanggal 27 Agustus 1883 tepatnya pada jam 10.02 WIB. Durusi meletusnya terbilang lama mencapai hampir 21 jam. Tercatat ada empat kali letusan paling besar yang terjadi.

Gemuruh akibat letusan gunung tersebut bahkan bisa didengar hingga ke luar negeri, seperti di Kota Perth, Australia. Padahal jarak antara gunung dan kota tersebut mencapai 4.500 kilometer. Korban jiwa akibat letusan gunung tersebut juga terbilang banyak mencapai 36 ribu jiwa. Letusan Krakatau bahkan juga didengar penduduk di Sri Lanka,, yang berjarak sekitar 3000 mil. Para peneliti bahkan menyimpulkan kalau letusan Krakatau mencapai 10 kali lebih keras dibandingkan dengan ledakan bom yang terjadi di Jepang, yakni Hirosima dan Nagasaki.

 Sebagian besar dari korban meninggal dunia dikarenakan oleh gelombang tsunami dengan ketinggian hingga 36,5 meter. Tsunami itu dipicu oleh letusan dari gunung tersebut. Efek tersebut menjadikan jumlah korban yang sangat banyak itu. Krakatau sebelum mengalami puncak letusan sudah mengeluarkan material vulkanik dibarengi awan gas dengan ketinggian hingga 24 kilometer. Kejadian itu berlangsung sehari sebelum letusan besar terjadi.

Sebelum meletus dahsyat di tahun 1883 itu, Krakatau juga tercatat pernah mengalami erupsi besar di tahun 535. Puncak letusan gunung itu berlangsung selama 34 jam. Volume muntahan material vulkanik berupa kerikil, pasir dan debu halusnya mencapai 200 km3. Berbagai material itu dilontarkan ke langit layaknya letusan bom.

Akibat kedahsyatan letusan Krakatau kuno itu menyebabkan sinar matahari tertutup, sehingga kondisi menjadi gelap. Bahkan suhu utara di kawasan garis khatulistiwa menurun secara drastis mencapai 10 derajat celcius. Volume material vulkanik yang begitu banyak dikeluarkan juga mengakibatkan tubuh gunung mengalami keruntuhan. Dengan begitu, terciptalah kaldera luas sepanjang 40 km x 60 km. Kemudian terbentuk juga Selat Sunda, yang memisahkan antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Peristiwa letusan Krakatau yang berlangsung dahsyat itu diabadikan oleh John dari efesus, seorang bishop Suriah melalui catatan tulisannya. Sebuah chronicle ditulisnya pada tahun 535-536 Masehi. Dia memaparkan kalau dia melihat tanda aneh yang belum pernah dilihatnya dari matahari. Kala itu matahari terlihat gelap dan kondisi itu berlangsung setidaknya selama 18 bulan.

Sinar matahari hanya nampak selama empat jam saja dalam sehari, itu pun cahayanya hanya terlihat samar-samar. Bahkan waktu itu semua orang percaya kalau matahari tidak akan pernah lagi memancarkan sinarnya. Dokumen tertulis lainnya berasal dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Dalam arsip itu mengatakan kalau terdengar suara guntur begitu keras yang datangnya dari ribuan mil di barat daya negeri Tiongkok.

Letusan Krakatau tidak hanya mengguncang seluruh isi Bumi, tetapi juga memicu terjadinya tsunami sangat tinggi dan memuntahkan jutaan material vulkanik ke angkasa. Kondisi itu pun berdampak pada kondisi langit yang mengerikan. Debu yang kembali jatuh ke Bumi menumpuk hingga setebal tiga meter.

Tidak hanya itu, suhu Bumi menjadi lebih dingin selama bertahun-tahun lamanya. Bencana itu setidaknya berlangsung selama lima tahun mulai dari tahun 1883 hingga 1888. Kalau kondisi buruk itu berlangsung lebih lama, pastinya akan berdampak sangat berbahaya bagi kehidupan di Bumi. Oleh karena, manusia dan makhluk hidup lainnya tidak bisa mendapatkan paparan sinar matahari.

Keganasan Krakatau Masih Mengintai Hingga Kini

infounik-pintar.blogspot.com

Gunung Krakatau sudah mengalami rentetan letusan sangat dahsyat, sehingga membuat bumi berada dalam kondisi yang parah. Meskipun gunung itu sudah hancur akibat letusan besar tersebut, ternyata keganasannya belum berakhir. Oleh karena pada tahun 1927 mulai ditemukan munculnya gunung baru, yang kini dikenal dengan sebutan Anak Krakatau.

Ukuran gunung itu memang lebih kecil tetap tercatat sebagai gunung berapi yang sangat aktif. Para peneliti mengungkapkan kalau gunung baru tersebut juga mempunyai potensi sama hebatnya dengan Krakatau kuno. Sehingga Anak Krakatau juga bisa meletus dengan kekuatan sangat dahsyat. Sayangnya, terkait kapan terjadinya ledakan besar itu masih belum bisa diungkap.

Menikmati Kecantikan Anak Krakatau

source img @wijatnikaika.id

Panorama alam gunung Anak Krakatau memang sangat menakjubkan. Akses menuju kawasan tersebut juga terbilang mudah, sehingga tidak menyulitkan siapa saja yang ingin menjelajahi keunikannya. Gunung ini tercatat sebagai wilayah Provinsi Lampung, sehingga Anda bisa mengunjunginya melalui Carita di kawasan Banten atau Lampung.

Anak Krakatau diapit oleh Laut Jawa di sebelah timur, Samudara Indonesia di sisi Barat dan Selat Sunda di bagian selatan. Kebanyakan wisatawan lebih memilih untuk menyewa kapal di Pulau Sabesi untuk bisa singgah di gunung tersebut. Menurut penelitian para ahli, ketinggian gunung ini terus bertambah sedikitnya 4 cm setiap tahunnya. Saat ini Anak Krakatau tercatat memiliki ketinggian 700 mdpl.

Berbagai pulau cantik juga terdapat di sekitar gunung akibat letusan dahsyat Krakatau. Pulau itu adalah Sertung, Panjang dan Rakata. Cara lain untuk mencapai gunung tersebut adalah menggunakan kapal kayu nelayan atau speedboat yang disewakan warga Anyer di Banten atau Kalianda di Lampung Selatan. Kalau melalui Kalianda hanya dibutuhkan waktu sekitar 90 menit, dengan keamanan lebih baik karena ombaknya relatif kecil.

Setelah naik kapal, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan trekking mulai tepian pantai, melintasi hutan hingga tiba di kawasan gunung. Biawak sangat banyak dijumpai di kawasan tersebut, jadi Anda harus ekstra waspada. Ketika melewati hutan, Anda akan disuguhi pemandangan Anak Krakatau yang pastinya memukau.

Kalau sudah berada di kaki gunung, tinggal menyiapkan stamina untuk melakukan pendakian di Anak Krakatau. Medan berpasir akan Anda lalui, jadi sangat disarankan untuk mengenakan topi, membawa tongkat dan jangan lupa konsumsi air minum secukupnya. Oleh karena perjalanan akan sangat melelahkan, apalagi cuacanya sangat panas.

Sesampainya di puncak gunung, sudah pasti Anda akan dimanjakan dengan pemandangan super eksotis. Di sekelilingnya terdapat juga bebatuan akibat letusan gunung tersebut, sehingga semakin menambah suasana dramatis kala dijadikan latar belakang untuk berfoto-foto.

Pastikan sebelum melakukan pendakian untuk memerhatikan segala petunjuk keamanan dan keselamatan. Sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemandu profesional, agar Anda bisa mencapai puncak dengan aman dan hemat waktu. Ikut menjaga kelestarian alam tentunya harus menjadi pedoman seluruh wisatawan.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Written by Ahmad Fauzani

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Berwisata Di Kawasan Dieng

burangrang cafe bambu resort

Berikut Ini Beberapa Keindahan Wisata Dusun Bambu Resort ( Dusun Bambu Family Leisure Park )