in

Kampung Arab Al munawar, Destinasi Wisata Religi Kebanggan Kota Palembang

Menapaki bumi Indonesia dengan keanekaragaman budaya yang membentang dari Sabang sampai Merauke memang tidak akan ada habisnya mulai dari kuliner, wisata, hingga bahasa dan adat istiadat.

Di Palembang ada sebuah pemukiman kampung Arab di tepian sungai musi  dengan kekayaan budaya etnis yang makin maju yaitu kampung Al munawar. Kampung tersebut juga resmi menjadi destinasi wisata religi dan budaya pada tanggal 11 Januari 2017.

Yuk intip seluk beluk pesona kekanekaragaman budaya kampung Al munawar yang telah menjadi kebanggaan masyarakat kota Palembang

Asal usul Kampung Al munawar

Nama kampung Al munawar diambil dari nama salah satu tokoh pemimpin yang  bernama Syed Abdurrahman bin Muhammad Al Al munawar. Seorang etnis Arab yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut pada masa penjajahan Belanda  di tahun 1940 an.

Kampung Arab Al munawar memiliki memiliki lliteratur yang khas dan telah berumur 300 tahunan. Bangunan – bangunan dan rumah tersebut pun masih awet hingga sekarang dan dijadikan destinasi wisata. Rumah mereka terbuat dari kayu yang langsung dikirimkan dari Eropa.

Keunikan Budaya jadi ciri khas

Nilai-nilai budaya menjadi ciri khas kampung Al munawar, salah satunya tentang pernikahan. Yakni tradisi Pernikahan Pria dan wanita dimana pria keturunan arab yang tinggal di Al munawar boleh menikah dengan  wanita pribumi dan sebaliknya wanita keturunan Arab tidak boleh menikah dengan pria pribumi

Menurut mereka wanita keturunan arab (terutama keturunan Rasulullah ) yang menikah dengan pria pribumi adalah sebuah aib. Para wanita tersebut akan hilang garis keturunannya dan tidak memiliki gelar asyifa lagi. Menurut islam, asyifa adalah gelar yang diberikan kepada para wanita yang merupakan keturunan Rasulullah nabi Muhammad SAW dalam satu garis keturunan  dengan putri Nabi yaitu Siti Fatimah sedangkan, sang pria diberi gelar Habib.

Suasana Islamiyah dan Arabsentrisme

Masyarakat  di sana terkenal akan ramah  tamahnya sehingga kita seolah berada di kampung sendiri dan ssat kita masuk ke dalam kampung tersebut akan ada tulisan “Al munawar” yang terpasang dengan jelas dan menghadap ke sungai musi.

Nilai – nilai keislaman juga begitu kental di kampung Arab ini yakni pengunjung yang datang wajib menutup auratnya dengan pakaian yang tertutup atau sopan. Berpacaran atau berduaan dengan yang bukan muhrim sangatlah dilarang termasuk selfie.

Kuliner dan Tarian khas Timur Tengah

Acara tradisi di kampung Al munawar yang sangat menarik adalah tradisi Munggahan dimana para warg sekitar mengadakan acara makan bersama dengan hidangan khas timur tengah terutama Arab dengan duduk lesehan. Hidangan utama seperti nasi briyani dengan lauk pauk lengkap dengan ayam serta sayuran juga buah.

Setelah acara makan-makan selesai dilanjutkan dengan tarian dan alunan musik khas Timur tengah. Gerakan tariannya sangat menarik dimana masing masing masyarakat bisa ikut menari, awalnya tarian mempunyai ritme tersendiri setelah itu masing-masing orang memeluk dan mengajak yang lain sesuai ritmenya.

Tradisi yang wajib dihormati

Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Al munawar Wajib menghormati adat istiadat dan sopan santun layaknya kita sebagai tamu yang berkunjung.

  • Saat berkunjung pakailah pakaian yang sopan
  • Wajib memakai sarung bagi pria yang memakai celana pendek
  • Wanita dilarang memakai pakaian yang seksi seperti rok maupun celana pendek
  • Dilarang selfie ataupun gandeng tangan bagi yang bukan muhrim
  • Buanglah sampah pada tempatnya

Kampung Al munawar dibuka pada jam 08.30 – 17.00 dengan biaya tiket masuk 3.000/ kepala dan apabila ingin naik perahu dari Dermaga BKB beRtarif PP 10.000

Written by Faozan Ahmed

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Reservasi Hotel ini melarang Tamu membawa bukan muhrimnya

5 Wisata Islami Terfavorit di Jakarta