in

5 Wisata Islami Terfavorit di Jakarta

Destinasi wisata ke tempat – tempat bersejarah, wisata hiburan maupun alam merupakan hal yang biasa. Alangkah baiknya anda coba melakukan wisat religii dan  napak tilas, selain menambah wawasan juga menyejukkan jiawa spiritual dan semakin dekat dengan Alloh SWT.

Banyak sekali kawasan wisata islami di Indonesia, karena agama islam merupakan agama  mayoritas sehingga anda tidak akan kesulitan menemukan kawasan ini di tiap daerah termasuk ibu kota tercinta Indonesia, Jakarta.

Di Jakarta meskipun merupakan kota Metropolitan yang terkenal dengan hiruk pikuk panggung hiburan serta kehidupan hedonismenya ternyata masih memiliki wisata religi islami yang masih menjadi favorit dan bisa kita jadikan ladang untuk menambah wawasan dan keislaman secara khaffah.

Berikut ini 5 daftar wisata islami terfavorit di Jakarta,

  1. Masjid Istiqlal

Siapa sih yang tidak kenal dengan Masjid Istiqlal?terutama masyarakat Indonesia. Masjid megah yang berlokasi di Jakarta Pusat ini merupakan masjid terbesar se-Asia tenggara dengan luas 90 ribuan  meter dengan daya tampung sekitar 200.000 jamaah. Dinding dan lantai berlapiskan marmer menjadi andalan masjid ini sekaligus ornamen dari baja.

Anda pasti tidak menyangka bahwa arsitek masjid iqtiqlal adalah seorang Kristen Protestan bernama Frederich Silaban. Penghargaan telah disematkan kepadanya sebagai juara arsitek untuk pembangunan masjid tersebut pada tahun 1955 yang diberikan langsung oleh Soekarno.

  1. Masjid Perahu

Masji Perahu aslinya bernama Masjid Agung Munada Darussalam Baiturrahman yang berlokasi di Jalan Casablanca no.38, Mneteng Dalam , Jakarta Selatan. Saat anda masuk untuk berwudhu mungkin anda takjub dengan desain yang berbentuk perahu yang menjadi ciri khas masjid ini sehingga desain perahu menjadikan Masjid Agung Munada memiliki julukan masjid perahu.

Masjid yang lokasinya berada di Jalan Casablanca No 38, Menteng Dalam, Jakarta Selatan ini sebenarnya bernama Masjid Agung Al Munada Darussalam Baiturrahman. Disebut Masjid Perahu karena terdapat bangunan berbentuk Perahu di Masjid ini yang digunakan sebagai tempat berwudhu. Menurut Imam Masjid, perahu ini melambangkan kisah Nabi Nuh dan sebagai pembelajaran untuk mengajak umat beribadah.

Yang tak kalah menarik selain memiliki desain yang unik, Al Qu’an ukuran besar dengan ketebalan 30 cm serta 2m x 1,5 m menjadi daya Tarik para wisatawan maupun pengunjung. Selain itu, 15 batu giok yang mengelilingi Al Qura’an tersebut menjadikan masjid ini makin menarik.

Masjid ini mempunyai perpustakaan yang menyimpan Al Quran raksasa dengan ukuran 2m x 1,5m dan memiliki ketebalan 30cm. Yang lebih menarik adalah Al-Quran tersebut dikelilingi oleh lebih dari 15 batu giok. Selain itu masjid ini juga mempunyai tiang dari kayu jati dengan ukiran ayat-ayat Al Quran berupa Ayat Kursi dan Surat An Nur.

  1. Masjid Cut Meutia

Masjid Cut Meutia memiliki cerita sejarah tersendiri yang unik dari masjid-masjid lain di Jakarta. Pada masa colonial Belanda, bangunan ini awal mulanya dpergunakan untuk kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang ( 1942-1945 ) kemudian dijadikan kantor KUA ( 1964 – 1970).

Sebelum diresmikan menjadi masjid, bangunan ini merupakan yayasan Masjid Al-Jihad yang kemudian pada tanggal 18 Agustus 1987 pada pemerintahan Gubernur Ali Sadikin meresmikan sebaga Massjid Cut Meutia.

Keunikan yang dimiliki masjid yakni arah bangunan ini miring dan tidak ke arah kiblat sehingga posisi safnya pun tidak tepat (agak serong ). Selain itu, mihrab yang  biasanya terletak di tengah di posisikan di sebelah kiri.

Masjid Cut Meutia ini bisa dijadikan wisata religi yang ingin menapaki bangunan masjid yang unik kaya akan sejarah. Anda bisa menyambangi kawasan ini di Jalan Cut Meutia Nomor 1, Jakarta Pusat.

  1. Masjid Sunda Kelapa

Masjid Sunda Kelapa pertama kali diprakarsai oleh Ir Gustaff Abbas, seorang arsitektur lulusan ITB yang ahli dalam desain interior  eksterior yang fleksibel dan modern. Karya-karyanya begitu kompeten dan lebih bagus dibandingkan arsitektur Masjid lainnya karena tidak meniru desain gaya-gaya khas Timur Tengah yang kaku. Masjid Sunda Kelapa dan masjid Salman di  Bandung menjadi bukti karyanya sebagai seorang professional arsitek.

Masjid ini juga memiliki keunikan sendiri dimana tidak terdapat symbol atau ciri khas suatu masjid seperti tidak memiliki symbol bintang bulan, bedug dan juga kubah. Bentuk perahu pun tersemat di desain eksteriornya yang terdapat di Menara yang merupakan simbol pelabuhaan sunda Kelapa pada masa lampau. Apakah makna dari desain perahu tersebut?simbol dari masyarkat islam yang sedang berdoa kepada Yang Maha Kuasa sambil menengadah tangan dan mengharap ridhonya.

Masjid Agung ini paling ramai di bulan Ramadhan dimana jamaahnya bisa mencapai ribuan orang bahkan 4000 orang. Program ini merupakan program itikaf yang biasanya dilakukan pada bulan tersebut pas akhir bulan atau menjelang lebaran. Selain itu, ada juga buka puasa bersama saat puasa senin-kamis dan semua hidangan disediakan oleh pihak Masjid.

  1. Masjid At-Tin

Nama masjid At-Tin terinspirasi dari salah satu surah ke-95 dalam Al Quran dan nama surah At-Tin memiliki arti buah yang lezat, penuh gizi dan manis. Buah ini meskipun masih dalam keadaan mentah maupun matang memiliki manfaat yang sangat banyak.

Selain terinispirasi dari kitab, juga untuk mengenang jasa almarhumah Hj Fatimah Siti Hartinah Soeharto atau biasa dipanggil Ibu Tien yang merupakan istri almarhum mantan presiden Soeharto. Dahulunya masjid At-Tin merupakan masjid yang selalu berkembang dengan adanya bantuan yayasan yang didirikan oleh Ibu Tien. Untuk mengenang jasa-jasanya kemudian putra-putrinya memberikan nama At-Tin sebagai wujud rasa cinta kasih sayang dan doa kepada beliau.

Masjid At-Tin dibangun pada tahun 1997 kemudian dibuka untuk umum pada tanggal 26 November 1999 dengan beralamat di Jalan Raya Taman Mini Pintu 1 Taman Mini Kelurahan Pinang Ranti Makassar , Jakarta Timur. Masjid ini paling megah diantara masjid lainnya di kawasan TMII dimana desainnya begitu unik untuk para wisatawan.

Arsitektur dari Masjid At-Tin memilik daja imajinatif yang tinggi sehingga hiasan ornamedn dan gaya arsitekurnya mempunyai khas tersendiri . Bangunan ini memiliki lekukan yang berbentuk anak panah pada bagian depan masjid saat pintu masuk, begitu juga pada bagian dinding-dinding dalam hingga kolam air mancurnya oun berbentuk anak panah.

Written by Faozan Ahmed

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Kampung Arab Al munawar, Destinasi Wisata Religi Kebanggan Kota Palembang

Satu Rahasia Paling Penting Agar Dapat Harga Hotel Termurah