in

Ada Warisan Budaya Bersejarah Yang Perlu Diketahui di Bandara Neira Maluku

neira maluku

neira maluku

Banda Naira adalah salah satu pulau yang terletak di gugusan kepulauan Banda, Maluku Tengah. Pulau ini menyimpan banyak sejarah bangsa Indonesia. Banda Naira adalah daerah pertama di Indonesia yang dikuasai oleh VOC Belanda sebelum Batavia (Jakarta). Banda Naira memiliki kekayaan alam berupa buah pala salah satu rempah yang dicari cari oleh bangsa Belanda. Sejarah yang terjadi di Banda Naira ini diabadikan oleh penulis lagu tersohor di Indonesia yaitu Bapak Ismail Marzuki dalam sebuah lagu yang berjudul Bandaneira.

Berkeliling pulau Banda Naira cukup dengan berjalan kaki saja. Warisan budaya bersejarah pertama yang perlu diketahui adalah Fort Belgica. Benteng ini dibangun oleh portugis, kemudian diambil alih oleh VOC Belanda. Benteng digunakan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Indonesia yang menentang monopoli perdagangan buah Pala yang dilakukan oleh VOC. Benteng ini berdiri kokoh sejak tahun 1611 dengan bangunan berbentuk segilima. Disetiap sudutnya terdapat menara besar untuk memantau kapal dagang yang lalu lalang , dan tedapat meriam di bagian atas benteng yang menghadap ke pintu utama. Bangunannya masih sangat asli dan terawat dengan baik. Bentuk bangunannya mirip dengan Gedung Pentagon, maka benteng ini disebut sebagai The Pentagon of Indonesia. Benteng menghadap ke laut, dari sini kamu bisa menyaksikan keindahan perairan Banda Naira.

Tak jauh dari benteng Fort Belgica, terdapat rumah pengasingan Bung Hatta. Di rumah ini dipajang barang-barang milik Bung Hatta seperti foto-foto tua, baju, jas kaca mata, surat-surat dan mesin ketik tua. Disini terdapat bangku bangku tempat bung Hatta mengajar 14 orang anak kurang mampu. Selama di pengasingan ini, bung Hatta mengajarkan tentang membaca, menulis, aritmatika dan Bahasa inggris kepada anak-anak.

Warisan budaya Bandar Naira selanjutnya adalah manisan pala. Buah pala Maluku menjadi rebutan bangsa penjajah dari zaman dahulu kala. 60% buah pala yang ada di dunia pasokannya berasal dari Maluku.

Istana mini adalah warisan budaya yang paling bersejarah di Banda Neira. Istana ini adalah istana pertama yang di bangun VOC sebelum istana bogor. Arsitekturnya sama persis dengan istana bogor. Istana mini ini dulu digunakan sebagai kantor administrasi pemerintahan sekaligus tempat tinggal gubernur jendra pertama di Indonsia yaitu Jan Pieter San Coen. Pada salah satu kaca bagian ruang depan terdapat tulisan tangan pegawai kolonial Belanda yang ditulis dengan cincin berliannya.

Bagaimana cara ke Pulau Banda Naira? Dari bandara Soekarno Hatta, kamu ambil penerbangan ke Bandara Pattimura Ambon dengan waktu tempuh selama 3 jam. Selanjutnya dari bandara kamu ke pelabuhan Telahu dengan perjalanan selama 30 menit. Dari sini naik kapal ke pelabuhan Banda Naira selama lebih kurang 5 jam. Selama diperjalanan, kamu akan disuguhkan pemandangan birunya laut Indonesia timur yang khas. Sudah tidak sabar ingin menjelajahi warisan budaya di Banda Naira? Booking tiket pesawatnya sekarang juga untuk mendapatkan harga murah di www.hotelmurah.com/tiketpesawat.

Written by Taufan

Comments

Leave a Reply

Loading…

0
tips penerbangan bagi disabilitas

Tips Penerbangan Bagi Kaum Disabilitas

kebun teh sukawarna

Lepaskan Kepenatan Sejenak di Kebun Teh Sukawarna