in

Tidak Ada Kata Tidak Untuk Machu Picchu

Machu pichu di Indonesia mulai terkenal sebagai destinasi wisata yang bisa dikatakan wajib saat blogger travelling kondang Trinity menulis pengalamannya kesana dalam sebuah buku The Naked Traveller pada tahun 2013. Sejak mba Trinity mengulas serunya perjalanan ke machu picchu, traveller Indonesia mulai mengejar impiannya untuk sampai ke kita yang masuk kedalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1983.

Machu picchu berada di Peru, tepatnya berada di sebuah lembah yang bernama Urubamba. Machu picchu yang berarti gunung tua ini adalah sebuah runtuhan kota milik kerajaan Inka. Diperkirakan dibangun pada tahun 1450. Seratus tahun kemudian kerajaan Inka meninggalkan kota karena ditaklukkan oleh bangsa Spanyol. Kota tua ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog bernama Hiram Bingham III dari Universitas Yale.

Apa yang menarik dari perjalanan menuju machu piccu?

Tentu saja perjuangan ke sananya yang paling menarik, karena Peru letaknya di Amerika Selatan, sangat jauh dari Indonesia. Dari Indonesia menuju Lima, Ibu kota Peru harus naik pesawat dengan banyak transit selama 35 jam. Dari Jakarta ke Amsterdam dengan transit di Kuala Lumpur. Kuala Lumpur ke Amsterdam membutuhkan waktu penerbangan 13 jam. Setelah transit sekian jam (tergantung maskapainya), dari Amsterdam ke Peru membutuhkan waktu 12,5 jam. Sesampainya di Peru masih membutuhkan waktu ke Cusco selama 1,5 jam dengan pesawat atau 24 jam dengan bus. Tergantung kamu memilih hemat dengan menggunakan bus atau cepat dengan menggunakan pesawat. Dari kota Cusco butuh waktu 7 jam lagi ke Aguas Caliente, kota terdekat dari machu picchu.

Cusco berada di ketinggian 3400 m diatas permukaan laut. Kota yang berada di ketinggian segini punya kadar level oksigen yang minim. Untuk kita orang Indonesia, kondisi oksigen yang tidak biasa ini akan menyebabkan AMS atau acute mountain sickness. Gejalanya seperti tidak enak badan, pusing, linglung bahkan sampai muntah-muntah. Untuk itu disarankan agar beistirahat di kota Cusco terlebih darhulu untuk beberapa hari. Supaya tubuhmu beradaptasi dengan kondisi oksigen yang sedikit.

Dari cusco turun ke kota kecil Aguas Caliente yang letaknya di 2.700 m dpl. Ada 2 alternatif menuju kesana, yaitu minibus disambung kereta api, dan minibus disambung hiking. Sesampainya di Aguas Caliente, perjalanan dan perjuangan masih lanjut dengan naik bus selama 30 menit atau jika ingin menghemat bisa hiking lagi.

Setelah perjalanan yang begitu mahal dan lama nya, akan terbayarkan dengan sampainya di machu picchu, destinasi wisata impian semua orang. Meskipun mahal, lama, kemungkinan tubuh kena efek altitude sickness karena level oksigen yang tipis, tidak ada kata tidak untuk memasukkan machu picchu ke destinasi wisata 2019 mu. Awal tahun adalah waktu yang tepat berburu tiket murah.  Cek dulu harga tiket ke Peru untuk tahun ini di www.hotelmurah.com/tiketpesawat 

Written by Faozan Ahmed

Comments

Leave a Reply

Loading…

0

Menilik Lokasi Syuting Film Bird Box

Tiket Kereta Api Jakarta Bandung Argo Parahyangan