in ,

Kampung Kapitan itu Kampungnya Orang Cina

kampung kapitan
Kampung Kapitan. Source Instagram @Palembang.sumsel.ssci

Sejarahnya dulu kota Palembang menjadi kota persinggahan bangsa Cina yang datang ke Indonesia. Budaya Cina banyak sedikit banyaknya mempengaruhi budaya lokal. Hal ini terlihat dari desain arsitektur bangunan hingga makanannya. Jika kamu mengunjungi Palembang jangan heran  kamu akan lebih sering bertemu dengan orang Palembang keturunan. Dulunya Bangsa Cina yang singgah disini banyak yang akhirnya menetap lama dan menikah dengan warga lokal.

Seiring berjalannya waktu terjadi akulturasi budaya Palembang dengan budaya Cina. Salah satu akulturasi budaya tersebut bisa kamu temukan di Kampung Kapitan. Kampung kapitan adalah kampung etnis tionghoa yang pertama di Palembang. Dulunya, kampung kapitan merupakan pemukiman rakyat kerajaan Sriwijaya dan etnis tionghoa yang menetap. Sejak dulu warga lokal dan pendatang hidup secara berdampingan. Warga lokal menerima pendatang dengan tangan terbuka dan sebaliknya pendatang memberikan banyak kemajuan di Kampung Kapitan. Lama kelamaan kampung ini berkembang menjadi tempat perdagangan sampai akhirnya menjadi pusat pemerintahan untuk wilayah Sumatera Selatan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Kampung ini dilewati oleh Sungai Musi sehingga membawa kesejahteraan bagi warganya. Lama kelamaan kampung ini semakin berkembang hingga akhirnya sungai musi tertutup oleh rumah warga.

Kampung Kapitan berada di Jl. KH. Azhari, 7 Seberang Ulu, Palembang. Saat ini pemerintah setempat menjadikan Kampung Kapitan sebagai tujuan wisata. Kampung kapitan adalah salah satu tempat wisata yang harus di lestarikan. Karena memiliki nilai sejarah dan akulturasi budaya asli Palembang dan budaya Cina. Jika kamu mencari tempat wisata sejarah maka Kampung Kapitan adalah pilihan terbaik.

Di kampung kapitan ada dua rumah tua bernuansa tionghoa dengan lebar rumah tersebut sekitar 24 x 50 meter. Bangunannya seperti rumah panggung tradisional Palembang. Di dalamnya dilengkapi dengan 4 kamar besar dan 2 kamar mandi. Uniknya, di bagian bawah rumah terdapat penjara. Rumah tua di kampung paitan ini bernuansa warna merah seperti ciri khas etnis Tionghoa. Dan ada beberapa lambing seperti matahari tepat di ventilasi rumah, serta ada kompas tepat di bagian pintu. Hal melambangkan bahwa penghuni yang menempati rumah tersebut adalah seorang pelaut. Terlihat jelas bahwa arsitektur bangunan rumah adalah perpaduan antara Palembang dan cina. Ciri khas dari arsitektur Palembang terlihat jelas dari atap rumah ang berentuk limas.

BACA JUGA  Memandangi Keindahan 3 Kawah Legendaris Tangkuban Perahu Lembang

Dulunya di ruang utama rumah pertama dijadikan ruangan khusus bagi para leluhur pendiri kampung kapitan yang berasal dari Dinasti Ming pada tahun 1600. Saat ini ruangan tersebut menjadi tempat ibadah orang tionghoa kepada leluhurnya. Terlihat ada ratusan dupa yang digunakan saat beribadah. Sedangkan rumah kedua dijadikan tempat ibadah kepada para dewa. Disini kamu bisa menemukan potret sejarah dari para kapiten. Di samping rumah ini tedapat sebuah Gedung yang terbuat dari beton. Gedung tersebut adalah kantor dari sang kapitan.

Kedua rumah tua ini terlihat kokoh karena sudah dicat ulang. Namun untuk bagian belakang nya terlihat rapuh karena pondasi yang terbuat dari kayu itu sudah mulai rusak. Memang rumah ini sudah berumur lebih dari ratusan tahun. Dulunya disini ada tiga rumah namun hanya dua rumah yang masih berdiri tegak hingga sekarang.

Saat kamu menginjakkan kaki di kampung kapitan, pertama kali yang kamu jumpai adalah restoran. Restoran ini terkenal dengan menu seafood nya yang lezat. Letaknya dipinggir Sungai Musi. Pengalaman makan seofood sambil menikmati pemandangan Sungai Musi hanya bisa kamu temukan disini. Selanjutnya untuk menuju lokasi Kampung Kapitan membutuhkan waktu sekitar 7 menit berjalan kaki. Namun jika ingin merasakan sensasi yang berbeda kamu bisa naik perahu menyusuri Sungai Musi.

Di Kampung kapitan totalnya ada 15 bangunan. Walaupun ini tempat sekilas hanya dihuni oleh warga tionghoa, namun ternyata ada beberapa bangunan yang tidak mengadopsi arsiterktur Cina. Untuk menikmati keindahan akulturasi budaya Palembang Tionghoa ini kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Tak heran mengapa Kampung Kapitan kerap kali menjadi bucket list liburan para wisatawan. Selain menikmati Sungai Musi dari sini kamu bisa melihat ikon kota Palembang yaitu Jembatan Ampera.

BACA JUGA  Bingung Liburan di Bintan Mau Kemana? Contek Rute Balap Sepeda Tour de Bintan 2020 Aja

Tunggu apalagi, segera cek tiket pesawat dan hotelnya di  www.hotelmurah.com

Written by Dee

Comments

Leave a Reply

Loading…

0
jembatan ampera palembang

Sebutkan 3 Alasan Untuk Tidak Mengunjungi Jembatan Ampera

opi water fun

SERU, ASIK DAN NAGIH ADALAH 3 KATA UNTUK WAHANA AIR OPI WATER FUN