in , , , ,

10 Candi Tertua di Indonesia dan Sejarah di Baliknya

Wisata Candi Tertua. Candi Borobudur
Wisata Candi Tertua. Candi Borobudur. Image Generated by AI
Wisata Candi Tertua. Candi Prambanan
Wisata Candi Tertua. Candi Prambanan. Image Generated by AI

Pendahuluan: Menyusuri Jejak Peradaban di Tanah Nusantara

Sebelum Indonesia dikenal seperti sekarang, ribuan tahun lalu telah berdiri kerajaan-kerajaan besar yang meninggalkan warisan berharga: candi.
Candi bukan sekadar bangunan batu β€” tetapi rekam jejak sejarah, spiritualitas, dan seni arsitektur kuno yang menakjubkan.

Dari Jawa hingga Sumatera, Indonesia memiliki ratusan candi dengan usia lebih dari seribu tahun. Yuk, kita telusuri 10 candi tertua di Indonesia dan kisah sejarah di baliknya!


πŸ›οΈ 1. Candi Muara Takus (Riau)

πŸ“ Provinsi: Riau
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-9 Masehi
Candi Muara Takus merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Buddha. Terbuat dari batu bata merah dan batu pasir, kompleks candi ini terdiri dari beberapa bangunan utama seperti Candi Tua, Candi Bungsu, dan Stupa Mahligai.

Candi ini diyakini sebagai pusat keagamaan dan tempat ibadah bagi para biksu.
✨ Fakta menarik: Muara Takus adalah satu-satunya kompleks candi besar di Sumatera yang masih terawat hingga kini.


πŸ•‰οΈ 2. Candi Dieng (Jawa Tengah)

πŸ“ Provinsi: Jawa Tengah
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-8 Masehi
Terletak di dataran tinggi Dieng, kompleks ini adalah candi Hindu tertua di Pulau Jawa. Didedikasikan untuk dewa-dewi dalam ajaran Siwa, setiap bangunannya dinamai sesuai tokoh pewayangan, seperti Arjuna, Semar, dan Srikandi.

Selain nilai spiritual, Candi Dieng menawarkan pemandangan alam luar biasa dengan latar pegunungan dan telaga berwarna.


πŸͺ· 3. Candi Gedong Songo (Jawa Tengah)

πŸ“ Provinsi: Jawa Tengah
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-9 Masehi
Nama β€œGedong Songo” berarti sembilan bangunan, meski kini hanya tersisa lima kompleks utama. Candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.

Letaknya di lereng Gunung Ungaran membuat udara di sekitar candi sejuk dan berkabut, memberikan kesan mistis yang kuat.


πŸŒ„ 4. Candi Borobudur (Jawa Tengah)

πŸ“ Provinsi: Jawa Tengah
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-8 Masehi
Candi terbesar di dunia ini dibangun oleh Dinasti Syailendra dan menjadi simbol ajaran Buddha Mahayana. Dengan lebih dari 2.600 panel relief dan 500 arca Buddha, Borobudur bukan hanya tempat suci, tapi juga ensiklopedia kehidupan kuno.

πŸ’‘ Kegiatan menarik: Naik ke puncak candi saat matahari terbit β€” momen spiritual dan visual yang tak terlupakan.


πŸͺ¨ 5. Candi Mendut (Jawa Tengah)

πŸ“ Provinsi: Jawa Tengah
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-9 Masehi
Masih dalam satu garis spiritual dengan Borobudur, Candi Mendut menjadi tempat awal prosesi Waisak. Di dalamnya terdapat tiga arca besar: Buddha, Avalokitesvara, dan Vajrapani, yang melambangkan kasih, kebijaksanaan, dan kekuatan.

Candi ini dibangun oleh Raja Indra dari Dinasti Syailendra sebagai lambang pencerahan batin.


πŸ”₯ 6. Candi Sewu (Yogyakarta)

πŸ“ Provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta
⏳ Perkiraan Usia: Akhir Abad ke-8 Masehi
Meskipun dikenal sebagai candi Buddha, Candi Sewu berdiri berdampingan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu β€” simbol toleransi antaragama di masa lalu.
Kompleksnya sangat luas, terdiri dari satu candi utama dan ratusan candi perwara kecil.


🌸 7. Candi Prambanan (Yogyakarta)

πŸ“ Provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-9 Masehi
Candi Hindu terbesar di Indonesia ini dibangun untuk menghormati Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Siwa. Relief di dindingnya menggambarkan kisah Ramayana dengan ukiran halus dan detail luar biasa.

πŸ’‘ Fun fact: Saat bulan purnama, biasanya diadakan sendratari Ramayana di area luar candi β€” perpaduan budaya dan seni yang menakjubkan.


πŸͺΆ 8. Candi Plaosan (Yogyakarta)

πŸ“ Provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-9 Masehi
Candi Plaosan dikenal sebagai β€œcandi cinta” karena dibangun oleh Rakai Pikatan (Hindu) untuk istrinya Pramodhawardhani (Buddha).
Bangunan ini melambangkan persatuan dua keyakinan yang hidup berdampingan dalam harmoni.


πŸ•°οΈ 9. Candi Penataran (Jawa Timur)

πŸ“ Provinsi: Jawa Timur
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-12 Masehi
Candi Penataran adalah kompleks candi terbesar di Jawa Timur dan merupakan peninggalan Kerajaan Kediri dan Majapahit.
Reliefnya menggambarkan kisah epos Ramayana dan Krishnayana, sekaligus menjadi pusat upacara kerajaan.


πŸ”οΈ 10. Candi Jago (Jawa Timur)

πŸ“ Provinsi: Jawa Timur
⏳ Perkiraan Usia: Abad ke-13 Masehi
Dibangun sebagai tempat pemujaan untuk Raja Wisnuwardhana, Candi Jago menunjukkan gaya arsitektur khas Majapahit dengan ukiran batu andesit.
Banyak relief di sini yang menceritakan kisah moral dan keagamaan dari berbagai ajaran.


🧭 Sejarah Awal Mula Candi Dikunjungi Wisatawan

Minat masyarakat terhadap candi sebagai destinasi wisata mulai meningkat pada awal abad ke-20, saat arkeolog Belanda seperti J.L.A. Brandes dan Theodoor van Erp melakukan pemugaran besar-besaran terhadap Candi Borobudur dan Prambanan.
Sejak itu, pemerintah Hindia Belanda bahkan menjadikan kunjungan ke situs-situs purbakala sebagai bagian dari promosi β€œwisata budaya” Asia Tenggara.

Kini, ribuan wisatawan lokal dan mancanegara datang setiap tahun β€” bukan hanya untuk melihat keindahannya, tapi juga mempelajari nilai sejarah dan filosofi bangsa.


πŸ“œ Tips Berwisata ke Situs Candi

✨ Gunakan pakaian sopan dan nyaman.
✨ Jangan menyentuh relief atau arca.
✨ Bawa topi atau payung karena area terbuka.
✨ Manfaatkan jasa pemandu lokal untuk memahami sejarah dengan lebih baik.


🏨 Rekomendasi Hotel Terdekat

  • Hotel Manohara (Borobudur) – terletak di dalam kompleks candi, cocok untuk sunrise tour.

  • Grand Mercure Yogyakarta – dekat Candi Prambanan dan Sewu.

  • Dieng Culture Homestay (Wonosobo) – pilihan ideal untuk wisata ke kompleks Candi Dieng.


🎯 Kesimpulan

Candi bukan sekadar peninggalan masa lalu β€” tetapi cermin peradaban bangsa yang maju, toleran, dan berbudaya tinggi. Dengan mengunjungi candi, kita belajar menghargai sejarah, seni, dan nilai spiritual yang menjadi pondasi Indonesia hari ini.


Jadi, kapan terakhir kali kamu berwisata sambil belajar sejarah?

Written by Dee

Leave a Reply

Wisata Edukasi di Indonesia. Mengunjungi Science Center

Wisata Edukasi di Indonesia: Belajar Sambil Liburan untuk Semua Usia

Wisata Kota Tua Semarang

Menelusuri Kota Tua Semarang: Jejak Kolonial dan Spot Fotogenik