{"id":2749,"date":"2019-03-28T12:13:15","date_gmt":"2019-03-28T05:13:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/?p=2749"},"modified":"2025-07-11T16:36:35","modified_gmt":"2025-07-11T09:36:35","slug":"kampung-arab-al-munawar-destinasi-wisata-religi-kebanggan-kota-palembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/kampung-arab-al-munawar-destinasi-wisata-religi-kebanggan-kota-palembang\/","title":{"rendered":"Kampung Arab Al munawar, Destinasi Wisata Religi Kebanggan Kota Palembang"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menapaki bumi Indonesia dengan keanekaragaman budaya yang membentang dari Sabang sampai Merauke memang tidak akan ada habisnya mulai dari kuliner, wisata, hingga bahasa dan adat istiadat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Palembang ada sebuah pemukiman kampung Arab di tepian sungai musi\u00a0 dengan kekayaan budaya etnis yang makin maju yaitu kampung Al munawar. Kampung tersebut juga resmi menjadi destinasi wisata religi dan budaya pada tanggal 11 Januari 2017.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuk intip seluk beluk pesona kekanekaragaman budaya kampung Al munawar yang telah menjadi kebanggaan masyarakat kota Palembang<\/p>\n<h3>Asal usul Kampung Al munawar<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama kampung Al munawar diambil dari nama salah satu tokoh pemimpin yang\u00a0 bernama Syed Abdurrahman bin Muhammad Al Al munawar. Seorang etnis Arab yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut pada masa penjajahan Belanda\u00a0 di tahun 1940 an.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kampung Arab Al munawar memiliki memiliki lliteratur yang khas dan telah berumur 300 tahunan. Bangunan \u2013 bangunan dan rumah tersebut pun masih awet hingga sekarang dan dijadikan destinasi wisata. Rumah mereka terbuat dari kayu yang langsung dikirimkan dari Eropa.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Keunikan Budaya jadi ciri khas<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai-nilai budaya menjadi ciri khas kampung Al munawar, salah satunya tentang pernikahan. Yakni tradisi Pernikahan Pria dan wanita dimana pria keturunan arab yang tinggal di Al munawar boleh menikah dengan\u00a0 wanita pribumi dan sebaliknya wanita keturunan Arab tidak boleh menikah dengan pria pribumi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut mereka wanita keturunan arab (terutama keturunan Rasulullah ) yang menikah dengan pria pribumi adalah sebuah aib. Para wanita tersebut akan hilang garis keturunannya dan tidak memiliki gelar asyifa lagi. Menurut islam, asyifa adalah gelar yang diberikan kepada para wanita yang merupakan keturunan Rasulullah nabi Muhammad SAW dalam satu garis keturunan\u00a0 dengan putri Nabi yaitu Siti Fatimah sedangkan, sang pria diberi gelar Habib.<\/p>\n<h3>Suasana Islamiyah dan Arabsentrisme<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat\u00a0 di sana terkenal akan ramah\u00a0 tamahnya sehingga kita seolah berada di kampung sendiri dan ssat kita masuk ke dalam kampung tersebut akan ada tulisan \u201cAl munawar\u201d yang terpasang dengan jelas dan menghadap ke sungai musi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nilai \u2013 nilai keislaman juga begitu kental di kampung Arab ini yakni pengunjung yang datang wajib menutup auratnya dengan pakaian yang tertutup atau sopan. Berpacaran atau berduaan dengan yang bukan muhrim sangatlah dilarang termasuk selfie.<\/p>\n<h3>Kuliner dan Tarian khas Timur Tengah<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara tradisi di kampung Al munawar yang sangat menarik adalah tradisi Munggahan dimana para warg sekitar mengadakan acara makan bersama dengan hidangan khas timur tengah terutama Arab dengan duduk lesehan. Hidangan utama seperti nasi briyani dengan lauk pauk lengkap dengan ayam serta sayuran juga buah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah acara makan-makan selesai dilanjutkan dengan tarian dan alunan musik khas Timur tengah. Gerakan tariannya sangat menarik dimana masing masing masyarakat bisa ikut menari, awalnya tarian mempunyai ritme tersendiri setelah itu masing-masing orang memeluk dan mengajak yang lain sesuai ritmenya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Tradisi yang wajib dihormati<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Al munawar Wajib menghormati adat istiadat dan sopan santun layaknya kita sebagai tamu yang berkunjung.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Saat berkunjung pakailah pakaian yang sopan<\/li>\n<li>Wajib memakai sarung bagi pria yang memakai celana pendek<\/li>\n<li>Wanita dilarang memakai pakaian yang seksi seperti rok maupun celana pendek<\/li>\n<li>Dilarang selfie ataupun gandeng tangan bagi yang bukan muhrim<\/li>\n<li>Buanglah sampah pada tempatnya<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kampung Al munawar dibuka pada jam 08.30 \u2013 17.00 dengan biaya tiket masuk 3.000\/ kepala dan apabila ingin naik perahu dari Dermaga BKB beRtarif PP 10.000<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Menapaki bumi Indonesia dengan keanekaragaman budaya yang membentang dari Sabang sampai Merauke memang tidak akan ada habisnya mulai dari kuliner, wisata, hingga bahasa dan adat istiadat. Di Palembang ada sebuah pemukiman kampung Arab di tepian sungai musi\u00a0 dengan kekayaan budaya etnis yang makin maju yaitu kampung Al munawar. Kampung tersebut juga resmi menjadi destinasi [&hellip;] <a class=\"g1-link g1-link-more\" href=\"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/kampung-arab-al-munawar-destinasi-wisata-religi-kebanggan-kota-palembang\/\">More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[208],"tags":[],"class_list":["post-2749","post","type-post","status-publish","format-standard","category-wisata-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2749","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2749"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9669,"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2749\/revisions\/9669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hotelmurah.com\/ceritawisata\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}